Marta.com

Sabtu, 19 Maret 2011

HIPOFISIS


HIPOFISIS
1.      Definisi Hipofisis
Kata hipofisis atau menurut bahasa Yunani adalah  hypophyein  yang memiliki arti tumbuh di  bawah, sedangkan dalam bahasa Latin hipofisis disebut sebagai glandula pituitari yang berarti kelenjar lendir. Hipofisis memiliki keistimewaan yaitu sebagai glandula endokrin master (utama) karena organ ini menghasilkan hormon tertentu yang secara langsung mempengaruhi aktivitas glandula endokrin lain. Hipofisis merupakan relay antara mekanisme saraf dan humoral yang secara bersama mengontrol fungsi tertentu.
2.      Letak Hipofisis
Hipofisis berbentuk elip dengan ukuran 1 x 0,75 x 0,5 cm pada anjing ukuran medium dan berwarna gelap. Hipofisis tergantung di bawah hipotalamus oleh tangkai pendek dan rapuh (infundibulum), dan menempati fossa hipofise sellae tursica (cekungan pada tulang basisphenoid) yang berada pada lantai cavum cranii (tepatnya fossa cranialis medius).
Hipofisis dibungkus oleh dura meter kecuali tempat perlekatan infundibulum pada diencephalon pada bagian hypothalamus. Dura meter memiliki tiga lipatan ke dalam yaitu falk cerebri, tentorium cerebella, dan diafragma sellae. Namun, hanya diafragma sellae yang berhubungan dengan hipofisis. Diafragma sellae merupakan selaput horizontal yang menjembatani sellae tursica. Selaput ini memisahkan hipofisis dari permukaan ventral diencephalon. Diafragma sellae berlubang tempat keluarnya infundibulum atau tangkai hipofisis.
3.      Hipofisis Terbagi Menjadi Dua
Berdasarkan embriologi, hipofisis berasal dari ektoderm yang melapisi cavitas stomodeum, dan ektoderm neural yang mengalami evaginasi ke ventral dari lantai diencephalon. Karenanya, glandula ini tersusun oleh dua tipe jaringan berbeda dan bertanggung jawab atas penampakan kasar dua lobus pada hipofisis, yaitu
a)      Adenohipofisis atau lobus anterior
b)      Neurohipofisis atau lobus posterior

Adenohipofisis terletak anterior dari neurohipofisis dan dibagi atas 3 bagian :
Pars distalis, pars tuberalis, dan pars intermedia. Neurohipofisis disambungkan ke hipotalamus melalui tangkai neural (pars infundibulum). Pars distalis memanjang ke atas beberapa jarak membentuk lapisan sel epithel tipis sekitar infundibulum yang disebut pars infundibularis adenohypophysis.
Pars distalis dipisahkan dari neurohipofisis oleh celah intraglanduler (kantong Rathke). Pars distalis hipofisis menghasilkan hormone somatotrofin (STH/GH), gonadotrofin (FSH dan LH/ICSH), Tiritrofin (TSH), adrenokortikotrofin (ACTH), dan prolaktin.  Dinding caudal dikenal sebagai pars intermedia adenohypophysis  Pars intermedia dibentuk oleh lapisan sel yang sinambung dengan neurohipofisis. Pars intermedia pada hewan rendah seperti amfibia memeproduksi melanocyte stimulating hormone (MSH). Hormon ini menimbulkan penebaran pigmen hitam dalam melanosit epidermis.
Pars tuberalis terdiri dari lapisan sel yang merupakan juluran epitel tipis dari pars distalis dan mengelilingi batang saraf. Pars tuberalis banyak mengandung pembuluh darah dan serabut saraf.         
Bagian yang terbesar lobus posterior atau neurohipofisis adalah pars nervosa yang banyak mengandung saraf. Neurohipofisis mensekresikan dua hormon berbeda yaitu hormone antidiuretis atau vasopressin (ADH) dan oksitosin (pitosin). Sebenarnya hormone neurohipofisis itu dihasilkan oleh sel-sel saraf neurosekretoris dalam hipotalamus dan dibawa melalui serabut saraf (axon) ke neurohipofisis
Hipofisis mendapatkan saraf dari pleksus carotis dan dari nuklei yang berada di hipotalamus. Serabut saraf dari nuklei tersebut menguncup membentuk traktus hipotalamus-hipofisis yang berjalan ke infundibulum dan menuju neurohipofisis. Pars distalis adenohypophysis tidak mengandung ujung-ujung saraf. Ujung-ujung saraf hanya terdapat pada pars tuberalis dan terutama di lobus posterior tempat bermuaranya tractus saraf dari hipotalamus.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda